Di suatu lembah yang subur, terdapat banyak margasatwa yang tinggal di sana. Di tempat itu ada sebatang pohon besar, tempat bersarangnya seekor burung gagak.
Reksa memang seekor banteng muda yang kuat dan pemberani. Namun bila Reksa disebut jagoan, ini karena kecerdikannya semata. Reksa pernah mengecoh seekor buaya yang akan memangsa seekor anak kuda. Dalam petualangannya ke dalam Rimba Dandaka, Reksa juga pernah menggertak seekor serigala, sehingga binatang ini lari terbirit-birit.
Di ujung cakralawa, tempat matahari terbenam, tersebutlah sebuah pandang yang subur dan indah di tepi danau. Ribuan ekor katak menjadi penguhuninya. Makanan dan air melimpah ruah bagi mereka. Nyam, nyam, nyam! Menyanyi dan bersukacita adalah pekerjaan mereka sehari-hari. Tralala, tralala,tralala.
Di sebuah pinggiran kota, hiduplah Mama Tikus dan kedelapan anaknya. Mama Tikus sangat menyayangi anak-anaknya. Demikian juga anak-anak tikus sangat mengasihi Mama Tikus. Akan tetapi, ada suatu anak tikus yang agak bandel. Cicit namanya. Pada suatu hari ia melamun, "Saya bosan tinggal di desa. Saya ingin pergi ke kota." Lalu Cicit mengemasi pakaiannya. Diambilnya kendi tabungan dan... Praan…
Pohon buni berdaun rindang. Buahnya kecil-kecil dan rasanya masam. Di pohon itu tinggalah pipit dan anak-anak tersayang. Mereka hidup rukun, damai, dan tenteram. Menjelang pagi hari, pipit-pipit bernyanyi "Cuit....cuit....," kicau pipit memecah sunyinya pagi. Di pohon itu tinggal juga burung nan perkasa. Sayapnya kekar, rajawali namanya.
Bageur adalah seorang anak lelaki suku Badui berusia dua belas tahun. Ia tinggal di permukiman suku tersebut di Banten Selatan. Kehidupan suku itu sangat sederhana, Sebab mereka sangat kukuh mempertahankan adat leluhur, menolak pengaruh kebudayaan luar, dan hidup berswasembada.
Perkenalkan, tim babi yang curang dalam balapan kereta dorong, kucing jantan yang menari tap pada malam hari, dan anak domba yang menemukan rumput tidak selalu lebih indah di kebun tetangga. Ini adalah kumpulan kisah hewan pertanian yang belum pernah terbayangkan sebelumnya... Buku mempesona ini berisi hampir seratus kisah dengan ilustrasi indah, dirancang khusus untuk dibacakan menjelang tidur.
Franklin sudah bisa berhitung dan mengikat tali sepatunya. Ia juga sudah bisa menarik risleting dan mengancingkan kancing bajunya sendiri. Namun, Franklin takut masuk sekolah. Hal itu menjadi masalah baginya karena Franklin baru pertama kali ini masuk sekolah.
Hari yang sangat cerah. Cocok untuk Toffe tidur siang. Tapi, Toffe tak kunjung menemukan tempat tenang dan damai untuk tidur siang. Setelah berbagai kejadian, akhirnya Toffe mengingat tempat tak terduga yang nyaman.....